http://solidpos.id

Mandiri dalam Kemadirian

Monday 16th July 2018

Komarudin Sebut KS NIK Program Brilian Bukan Pemborosan

Komarudin Sebut KS NIK Program Brilian Bukan Pemborosan

SolidPos-Bekasi Timur – DPRD Kota Bekasi memberikan rrspon positif terkait prlaksanaan program Kartu Sehat Berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang digulirkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Terlebih lagi penyerapan anggaran untuk program Kartu Sehat Berbasis NIK tahun ini menunjukkan prediksi yang positif.

 

“Kebijakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat melalui program Kartu Sehat Berbasis NIK ini merupakan kebijakan yang brilian dari seorang kepala daerah, dalam hal ini Wali Kota Bekasi, Pak Rahmat Effendi. Terlebih lagi Beliau mampu mengasumsi perencanaan dengan sangat baik, mulai dari manfaat program yang tepat sasaran sampai dengan penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan dan penyerapannya secara maksumal,” ungkap anggota DPRD Kota Bekasi dari Komisi III, Komarudin, usai melakukan dengar pendapat dwngan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kamis (24/8) sore.

 

Pernyataan yang disampaikan Komarudin dari Fraksi Golkar ini setidaknya merupakan bantahan adanya konentar dari sejumlah pihak yang menilai program Kartu Sehat Berbasis NIK merupakan program pemborosan anggaran daerah. “Karena sekali lagi saya tegaskan, manfaat program ini tepat sasaran dan sangat dirasakan masyarakat terkait jaminan pelayanan kesehatan di Kota Bekasi,” imbuh dia.

 

Komarudin menyebutkan program Kartu Sehat Berbasis NIK menyerap anggaran dari APBD Kota Bekasi tahun 2017 senilai Rp 76 miliar. “Sampai terkahir bulan Juli sudah terserap sekitar Rp 40 miliar, asumsinya jika digunakan hingga akhir tahun ini jumlah anggaran tersebut akan terserap secara maksimal, alias sesuai perencanaan,” tegasnya.

 

“Kalau satu kebijakan memiliki manfaat untuk masyarakat tepat sasaran, penyerapan anggaran juga sesuai perencanaan, itu kan keren. Makanya kita mungkinkan adanya penambahan anggaran untuk program Kartu Sehat melalui ABT atau APBD Perubahan sebesar Rp 10 miliar,” imbuh Komarudin.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, kata Komarudin akan menargetkan jumlah Kartu Sehat Berbasis NIK yang tercetak hingga 300.000 kartu dengan asumsi anggaran pada tahun 2018 sebesar Rp 230 miliar. “Asumsi itu berasal dari perbandingan jumlah penduduk sebanyak 2,6 juta jiwa dengan jumlah penduduk yang menderita sakit sebanyak 25 persen. Nah, anggaran sebesar itulah yang bakal mengcover segala kebutuhan prosentase angka kesakitan tadi atau kebutuhan warga yang sakit,” paparnya.

 

Lebih lanjut Komarudin menganggap kesehatan masyarakat merupakan bagian dari prioritas pembangunan. “Makanya saya berani yakinkan bahwa alokasi anggaran untuk Kartu Sehat ini tidak akan mengganggu kebutuhan pos anggaran lainnya, apalagi program ini masih sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bekasi,” jelas dia.

 

Komarudin lalu menyampaikan harapannya agar program Kartu Sehat Berbasis NIK ini menjadi percontohan bagi daerah lain, sebagai program jaminan kesehatan untuk masyarakat. “Karena cuma di Kota Bekasi yang memulai program ini, cuma Pak Rahmat Effendi yang pertama menggagas program ini,” pungkasnya. (Mulyono)

Sumber : bekasicenter.com

banner 468x60

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami untuk informasi update silahkan berlangganan newsletter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan