http://solidpos.id

Mandiri dalam Kemadirian

Friday 22nd June 2018

Pelanggaran Pilkada Makin Masiv , Sosialisasi KPU Minim

Pelanggaran Pilkada Makin Masiv , Sosialisasi KPU Minim

SOLIDPOS, Bekasi – Memasuki tahapan kampanye tertutup pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil walikota Bekasi 2018, pelanggaran makin Masiv dilakukan masa pendukung bahkan timses calon seperti pemasangan alat peraga kampanye di luar ketentuan yang disepakati antara timses Paslon dengan KPU, kampanye di area publik car fry day, iklan Paslon di salah satu radio swasta, netralitas ASN dan bagi bagi sembako

Pelanggaran belakangan ini makin Masiv dan ngawur, bahkan oknum DPRD dan timses juga ikut melanggar. Seharusnya rambu rambu harus ditaati semua pihak karena jika pelanggaran berat Paslon bisa di diskualifikasi,” kata Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Menurutnya sesuai, UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dan Peraturan KPU No 4 Tahun 2017 tentang kampanye ada 24 larangan dalam kampanye.

Saat ini pelanggaran banyak terjadi terkait pemasangan alat peraga, bentuk alat peraga , dan memperbanyak alat peraga diluar yang disepakati antara timses Paslon dengan KPU Kota Bekasi.

” Pemasangan yang semrawut seperti di pohon dan taman publik merusak estetika kota dan seyogjanya segera ditertibkan agar tidak mentolerir pelanggaran,” jelasnya.

Dijelaskannya rambu rambu harus disepakati bersama agar tidak ada celah kegaduhan dan menjaga kedamaian.

Untuk ASN dan karyawan BUMD juga harus netral meski mereka punya hak pilihan politik.

Termasuk penayangan iklan Paslon di salah satu radio swasta. Padahal untuk pemasangan iklan di media cetak dan elektronik difasilitasi KPU.

Minimnya sosialisasi KPU menyebabkan banyak pelanggaran terutama yang dilakukan pendukung Paslon.

Terkait ancaman kekuatiran golput yang tinggi karena pencoblosan  10 hari setelah  lebaran Idul Fitri perlu terobosan sosialisasi menyasar masysrat  komuter urban. ” Sosialisasi harus menyasar di tempat tempat kantong pemilih seperti stasiun kereta api, pasar, perumahan , dan lain lain agar ada kesadaran untuk menggunakan hak pilih.

” Selama ini tingkat partisipasi pemilih di Kota Bekasi sangat mengkuatirkan sehingga perlu terobosan jitu untuk meningkatkan partisipasi pemilih,’ pungkas Didit.

Tags: ,
banner 468x60

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami untuk informasi update silahkan berlangganan newsletter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan