http://solidpos.id

Mandiri dalam Kemadirian

Sunday 27th May 2018

Pengurus Baru Kosgoro 1957 Provinsi Jawa Tengah Dilantik

Pengurus Baru Kosgoro 1957  Provinsi Jawa Tengah Dilantik

SolidPos, Surakarta – PENGURUS BARU KOSGORO 1957 PROVINSI JAWA TENGAH DILANTIK

Ketua Umum Pengurus Pusat Kolektif (Ketum PPK) Kosgoro 1957, HR Agung Laksono, Rabu (27/9) siang melantik dan mengukuhkan Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2017-2022 di Semarang.

Jajaran pengurus baru hasil Musyawarah Daerah PDK Kosgoro 1957 Jawa Tengah pada tanggal 20 Mei di Surakarta itu dipimpin, H Sutomo. S.Pd. M.Kes sebagai Ketua, M.Reza Tarmizi, BS, M.SGL ( Sekretaris) dan Heru Ismoyo Hartono ( Bendahara ). Hadir dan ikut menyaksikan pelantikan Sekretaris yang juga Pelaksana Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, Ikbal Wibisono. Para pejabat yang mewakili Gubernur, Kapolda Jawa Tengah juga yang mewakili Panglima Kodam Diponegoro. Juga para pimpinan PDK Kosgoro 1957 kabupaten/kota se Jawa Tengah.

Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 HR Agung Laksono pada kesempatan itu menyatakan, agar seluruh kader dan konstituen berpartisipasi aktif dan menyukseskan pelaksanasn Pemilihan Umum Kepala daerah yang dilaksanakan di tujuh kabupaten/kota dan gubernur/wakil gubernur Jawa Tengah. “Seluruh kader wajib ikut menyukseskan pilkada di daerah yang melaksanakan,” katanya.

Ia juga mengingatkan, dengan munculnya isu kebangkitan PKI agar kita tetap mewaspadai. Paham komunisme sesungguhnya masih tetap dilarang, karena ketentuan tentang itu yakni Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) masih berlaku. Oleh sebab itu, segala hal yang berbau paham komunis merupakan hal terlarang.

Namun demikian Agung yang hadir didampingi Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro 1957, Sabil Rahman, tidak menolak jika ada pihak-pihak yang mendorong ke arah rekonsiliasi. “Kita setuju rekonsiliasi, tanpa ada sarat negara minta maaf segala. Biarkanlah peristiwa kelam itu tetap menjadi catatan sejarah bangsa. Kita harus lebih melihat ke depan tanpa harus mengutak-atik kejadian masa lalu,” tambahnya.

Agung menceritakan pengalamannya saat ditugasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk hadir mewakili pemerintah Republik Indonesia pada acara pemakaman tokoh bangsa Afrika Selatan Nelson Mandela. Model rekonsiliasi yang dibangun di Afrika Selatan sebuah negara yang sebelumnya dikenal menerapkan sistem Apartheid. Sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan itu terjadi dari awal abad ke-20 hingga tahun 1990.

Perjuangan untuk menghapus sistem apartheid yang dipimpin Nelson Mandela berhasil, sehingga sejak saat itu hak-hak istimewa warga kulit putih berakhir. Mandela dengan bijaksana tidak merasa memenangkan perjuangan itu, namun memilih rekonsiliasi antar semua ras yang ada. Padahal sebelumnya antara ras kulit hitam dan kulit putih hidup terpisah untuk semua aspek kehidupan.**

banner 468x60

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami untuk informasi update silahkan berlangganan newsletter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan